Danau Rawa Pening Yang Kaya Akan Sumber Energi Baru

Kalau main ke Semarang, biasanya destinasi mana saja yang lo kunjungi? Lawang Sewu? Gereja Blenduk? Kawasan Simpang Lima? Kota Lama? Atau Taman-taman indahnya? Tapi, pernahkah lo mengunjungi Danau Rawa Pening yang terletak di Kabupaten Semarang ?


Danau Rawa Pening memang tampaknya kurang populer di telinga banyak orang sebagai salah satu destinasi wisata, padahal danau seluas 2.670 hektare ini memiliki keindahan pemandangan yang tak kalah dengan danau-danau besar lain di Indonesia, hanya saja saat ini belum banyak fasilitas yang berdiri di sekitar danau sehingga orang-orang jadi kurang tertarik untuk datang ke sana, padahal menurut gue tempat ini cocok banget buat yang ingin menghirup udara segar dan memanjakan mata dengan nuansa biru dan hijau.

Selain menawarkan pemandangan alam dan pegunungan yang indah, Danau Rawa Pening punya beberapa lokasi yang instagrammable untuk foto-foto, seperti yang bisa lo liat hasil tangkapan kamera gue ini:




Untuk yang ingin nuansa lebih romantis di sini kamu bisa menyewa perahu kayu yang akan dibantu oleh penduduk setempat untuk mengendalikannya. Lokasinya yang dikelilingi Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo, dan Gunung Merbabu memberikan nilai estetika tersendiri.



Sayangnya ada satu masalah yang sedikit mengganggu keindahan alam Danau Rawa Pening, yaitu tanaman air Eceng Gondok tumbuh subur di sekitar 1800 hektare dari total luas danau tersebut. Pada tahun 1995 kedalaman danau yang menempati wilayah kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang dan Banyubiru ini memiliki kedalaman 15 meter, tapi sekarang hanya 3-7 meter saja. 



Melihat potensi yang dimiliki oleh Danau Rawa Pening dan permasalahan yang sedang dihadapinya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk berusaha membantu untuk mengatasi hal ini dalam program CSR-nya. Sido Muncul berhasil menemukan cara untuk mengolah tanaman hama eceng gondok menjadi sumber energi baru, menarik banget kan?

Saat ini mesin-mesin di pabrik Sido Muncul beroperasi menggunakan limbah jamu dan eceng gondok yang telah diolah menjadi pellet sebanyak 50% dari total keseluruhan bahan bakarnya. Ada sekitar 500 ton hama eceng gondok diangkat setiap hari untuk kemudian diolah yang kemudian tak hanya dijadikan bahan pengganti minyak dan gas sebagai bahan bakar tapi juga dijual seharga 120 USD per ton. 

Bapak Irwan Hidayat selaku direktur Sido Muncul berharap upaya ini bisa membantu membersihkan Danau Rawa Pening dari tanaman hama dan menjadikan danau ini sebagai objek wisata yang bermanfaat bagi banyak orang baik itu pengunjung maupun warga sekitar. 






Pertumbuhan eceng gondok termasuk sangat cepat, bayangkan 1 batang eceng gondok dapat berkembang biak menjadi 1 meter persegi hanya dalam waktu 23 hari saja. Nah kalau ada eceng gondok yang tumbuh 1800 hektar maka hanya dalam waktu beberapa bulan saja sudah bisa menutupi seluruh permukaan danau. Tanaman ini tak hanya membuat pemandangan danau menjadi kurang sedap dipandang tapi juga merusak populasi makhluk lain di sekitarnya karena harus berebutan oksigen, mematikan biota lain di Rawa Pening, menjadikannya semakin dangkal bahkan warga sekitar sulit untuk melakukan budi daya ikan di sini.



Hingga saat ini pembersihan danau dari eceng gondok masih dilakukan, maka jangan heran bila lo berkunjung ke sana dan menemukan banyak traktor pengeruk yang beroperasi di sekitar danau, saran gue adalah coba untuk berjalan menyusuri jembatan ke warung yang ada di tengah dan nikmati pemandangan sambil menikmati teh hangat, duh nikmat banget rasanya!






CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Back
to top