Mencicipi Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Moda transportasi hari gini emang sudah menjadi salah satu hal yang terpenting, baik di kota maupun di desa kalau sarana transportasi dan infrastrukturnya kurang bisa dipastikan semua masyarakatnya akan mengalami banyak kesulitan. Apalagi buat yang punya hobi traveling kayak gue, apalah arti menikmati penjelajahan tanpa kenyamanan di perjalanan.

Seringkali tiap traveling ke luar kota (khususnya keluar pulau jawa) gue milih waktu penerbangan di first flight, alasannya karena kalau berangkat subuh-subuh jalanan belom macet sehingga waktu tempuh dari rumah ke bandara Soetta bisa dijangkau dengan 45 menit saja. Kalau gak berangkat di jam ayam belom berkokok, jangan harap deh bisa dijangkau dengan waktu tempuh sesingkat itu, minimal gue harus berangkat 3-4 jam dari waktu check in. Yah, tau sendirilah Jakarta macetnya kayak apa!


Waktu pertama kali ke kota Medan dan mencoba Kereta Bandara Kuala Namu gue selalu mempertanyakan “kapan ya Jakarta bisa punya Kereta Bandara yang nyaman kayak gini?”, buat yang udah pernah nyobain Kereta Bandara Kuala Namu – Medan pasti setuju sama gue kalau keretanya nyaman dan luar biasa. 

Pertanyaan mengenai kapan kehadiran Kereta Bandara Soekarno Hatta akhirnya kini bisa dijawab! Tanggal 3 Oktober 2017 lalu gue diberikan kesempatan untuk mencicipi Kereta Bandara yang direncanakan akan beroperasi untuk umum di akhir tahun 2017 ini dari stasiun Manggarai ke stasiun Bandara Soetta. Uji Coba kereta ini mengundang berbagai media baik online maupun offline dan beberapa blogger kece kayak gue, @heydeerahma dan @sefiiin .



Kereta Bandara Soetta ini berada di bawah bendera yang sama dengan Kereta Bandara Kuala Namu yaitu Railink. Desain keretanya sendiri dirancang dengan apik oleh Bombardier kemudian dirakit oleh PT INKA, Madiun yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas sesuai kebutuhan penumpang seperti toilet duduk dan urionir, slot USB untuk pengisian daya gadget, bagasi luas dan sebagainya. Rangkaian keretanya terdiri dari 6 gerbong yang mampu menampung hingga 272 penumpang sekali jalan. Wow! Banyak yah!






Stasiun Manggarai dan Stasiun Bandara Soetta (dan sebaliknya) akan menjadi titik berangkat dan akhir kereta, namun direncanakan nantinya akan ada stasiun lain di antara rute tersebut yang juga menjadi titik transaksi penumpang. Untuk yang berdomisili jauh dari Bandara Soetta seperti depok, bogor dan bekasi tentunya hal ini akan menjadi berita yang sangat menggembirakan, kalau-kalau ingin ke bandara gak perlu macet-macetan di jalan tol cukup dengan naik kereta ke stasiun Manggarai lalu pindah ke kereta tujuan bandara (begitupun sebaliknya bila ingin pulang ke rumah dari Bandara Soetta).


Berdasarkan pengalaman gue kemarin, waktu tempuh dari stasiun Manggarai ke bandara hanya memakan waktu sekitar 50 menit. Waktu ini tentunya termasuk relatif cepat bila dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi yang berpotensi kena macet sehingga sulit untuk kita memperkirakan waktu yang dicapai. Salah satu harapan terbesar gue dan pastinya harapan kita semua, biaya yang harus dikeluarkan naik kereta ini nih yang perlu diperhatikan. Emang berapa sih ongkosnya? Kalau Kereta Bandara Kuala Namu tarifnya Rp. 100.000 sekali jalan, mungkin saja tariff Kereta Bandara Soetta berkisar di angka segitu, bisa jadi lebih mahal sedikit atau lebih murah sedikit. Balik lagi mengenai harapan gue, jangan lebih dari Rp. 150.000 ya pleaaaaaaaassseeeee!

Seberapa excited-nya kah kamu menyambut Kereta Bandara Soetta ini?

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Back
to top